Perjalanan Menuju Sintesa

4 min read

Assalamu’alaikum Wa  rohmatullahi Wabarokatuh

Puja puji serta syukur marilah kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang mana telah memberikan beribu-ribu macam nikmat, terutama nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat sehat wal’afiat, sehingga saya dapat dimudahkan dalam penulisan artikel saya yang ke tujuh ini.

Sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan alam Nabi kita tercinta yaitu Nabi besar Muhammad Saw, semoga kita kelak mendapatkan syafaat-Nya kelak nanti di yaumil kiamah. Aamiin

Di sini saya akan menceritakan ketika ketertarikan saya kepada pesantren sintesa.

Saat Kongkow Bareng Teman

calon idaman mertua

 

Ketika itu saya bersama teman-teman saya sedang mengobrol tentang bisnis untuk menjadi dropshiper.

Tepatnya pada malam ahad, saya bersama teman-teman saya sedang berkumpul di rumah saya, sedang ngobrol-ngobrol.

Ketika itu teman saya yang waktu dulu satu pesantren dengan saya yang bernama mas Ulin, memberitahukan kepada saya dan Rizal tentang pesantren yang dia sedang belajar di sana.

Akhirnya dari situ saya tertarik dengan pesantren sintesa dan saya bertanya-tanya.

Kapan kira-kira dibuka untuk pendaftarannya, lalu kata dia bisa di cek di google sintesa.net.

Daftar Dibulan Agustus

sintesa
sumber google: sintesa.net

Akhirnya saya mendaftar di awal bulan agustus  bersama teman saya yang bernama Rizal.

Ketika itu saya ingin mendaftar lewat jalur beasiswa akan tetapi karena saya takut tidak lulus maka saya lebih baik daftar lewat jalur reguler.

Saat pengumuman kelulusan, Alhamdulillah saya dan Rizal lulus berdua dan itu saya langsung memberitahukan kepada orang tua saya.

Bahwasannya saya keterima di pesantren sintesa. Dan kata orang tua saya Alhamdulillah kalo lulus mah nanti di sana belajar yang sungguh-sungguh jangan males-males ya sayang, jangan lupa selalu beri kabar ke mama kalau ada apa-apa.

Mengumpulkan Uang

mata uang
pixabay.com

Saya masuk pesantren sintesa Alhamdulillah tidak meminta uang kepada orang tua saya.

Karena saya tidak mau menyusahkan orang tua saya.

Karena keinginan saya juga untuk masuk ke sintesa, akhirnya dari situ saya tidak ingin menyusahkan orang tua saya.

Alhamdulillah memang sebelumnya saya mempunyai tabungan, itu uang dari mulai saya mengajar privat, antar jemput sekolah, jaga warung dan juga hasil dari bisnis dropship saya.

Sebelum itu saya mempunyai tabungan sebesar 5,500,000 dan masih kurang 2,000,000.

Memang sih sebenarnya tabungan itu bukan untuk masuk sintesa, akan tetapi hanya untuk pegangan saya saja, apabila nanti ada keperluan mendadak maka uang itu akan saya pakai.

Dan Alhamdulillah dalam 1 bulan lebih saya bisa mengumpulkan uang sebesar 2,000,000.

Itu saya ngumpulin dari hasil jaga warung, ngajar privat, antar jemput anak, dan bisnis online saya.

Dan akhirnya bisa terkumpul juga dalam waktu 1 bulan lebih.

Pro Kontra Saudara Saya

pro contra
sumber:pixabay.com

Iya pada saat itu, ketika sedang berkumpulnya saudara saya, mama saya memberitahu bahwasannya nanti bulan agustus mau berangkat mondok lagi di jawa timur yang bertempat di magetan.

Di situ langsung saudara saya bilang ke saya, memangnya mau mondok di mana lagi yu?

Lalu saya menjawab insha allah saya pengen mondok di jawa timur di daerah magetan.

Saudara saya bilang lagi, terus itu kuliah gimana?. Maka saya bilang kuliahnya berhenti dulu.

Lalu di situ saya sebenarnya tidak diizinkan sama saudara-saudara saya, akan tetapi saya sudah diberikan izin sama mama saya untuk mondok lagi.

Dan akhirnya di situ saya hanya meminta izin kepada semua saudara-saudara saya semoga di sana saya diberikan kesehatan dan di mudahkan dalam belajar nya.

H-2 Untuk Priper

koper
sumber:pixabay.com

H-2 saatnya saya bersiap-siap untuk kesana untuk merapihkan baju-baju saya semua.

Saat merapihkan baju untuk di letakkan di koper mama saya nangis, dan mama saya berkata kepada saya.

Baru 7 tahun kemaren Aa di pesantren sekarang mau berangkat lagi, hati-hati ya sayang di sana, jangan lupa selalu kasih kabar ke mama kalau ada apa-apa.

Disitu saya juga ikutan nangis, dan saya meminta maaf kepada mama saya, saya bilang ke mama saya .

Maafin aku ya ma kalo aku punya banyak salah sama mama, kalo selama di rumah aku punya banyak salah sama kalau di suruh kesana kesini masih kadang suka malas maafin aku ya ma.

Dan mohon doanya juga semoga aku di sana diberi kelancaran dalam proses belajar.

Saya di rumah adalah satu-satunya anak yang disayang sama mama saya, karena saya cwo satu-satunya yang ada di rumah dan saya sangat sayang banget sama mama saya.

Selama kurang lebih 5 tahun berada di kasur, karena mengalami musibah kaki yang sebelah kiri patah saat hendak pulang kerumah sehabis memandikan jenazah di kampung sebelah dan setelah sembuh kaki yang kanan.

Alhamdulillah selama 2 tahun lebih itu, mama saya sudah bisa berjalan dan tak lama kemudian ketika sedang ingin membersihkan najis karena kena ompol dari anak tetangga.

Lalu dibersihkan lah ke kamar mandi dihantarkan oleh kaka saya, ketika ingin keluar kamar mandi, mama saya terjatuh lagi mengakibatkan kaki yang sebelah kanan patah.

Dan diurut lagi di tempat urut cimande selama 2 tahun lebih.

Maka dari situ saya sangat menyayangi banget mama saya. Dan tak mau membuat susah mama saya.

Ketika Ingin Berangkat Ke Sintesa

pulang ke pesantren

Saat berangkat ke sintesa saya dihantarkan oleh mama saya dan keluarga saya keterminal ciputat.

Saat sebelum bisnya jalan saya memncium mama saya dan memeluknya dengan erat dan meminta doa agar dalam perjalanan semoga sampai tujuan dan semoga dalam proses belajar di sana berjalan dengan baik dan tanpa ada halangan.

Dan saya juga meminta, agar selalu menyelipkan nama saya saat sholat malamnya dan shalat yang lainnya.

Saat hendak berangkat ke pesantren sintesa saya kesana nya sendiri tidak bareng dengan Rizal karena dia memilih naik kereta dari pada bis.

Karena kalau naik bis dia takut muntah, akhirnya dia naik kereta. Dan saya naik bis dan saya janjian apabila kalau sudah sampai di sana kita ketemuan.

Sampai Di Terminal Maospati

bis tua
sumber:pixabay

Saya sampai di terminal pada hari kamis jam 08:25, perjalanan yang sangat lama, karena saya dari Tangerang saya berangkat jam 12:00 dan lamanya itu saat berada di daerah Jakarta timur karena menunggu penumpang.

Lalu saya ketemuan di daerah perempatan gorang gareng dan ternyata dia sudah menunggu cukup lama.

Saat saya menghampiri Rizal, saya melihat dia sedang ngobrol sama orang yang belum saya kenal dan pasti belum dikenal sama si Rizal juga.

Ternyata orang itu, bernama Fauzi berasal dari cianjur. Saat pertama ketemu dikira saya rizal sedang mengobrol dengan orang asli pribumi sini eh ternyata dia sedang mengobrol dengan orang cianjur yang juga ingin masuk ke sintesa.

Akhirnya saya sudah mempunyai teman baru lagi sebelum masuk kesana.

Akhirnya saya ke sintesa naik grab bertiga bersama Rizal, Fauzi, dan juga saya.

Selama di perjalanan kami ngobrol-ngobrol saja sambil menannyakan tau sintesa dari mana.

Sampai Di Sintesa

pondok pesantren sintesa
sumber google:sintesa.net

Iya saya sampai di sintesa pada jam 01:20 pada hari kamis.

Setelah sampai saya mencari tempat duduk dahulu untuk menaro laptop dan Alhamdulillah saya sudah mendapatkan tempat duduk lalu saya istirahat sejenak di kamar dan tidak langsung membuka laptop.

Dihari esoknya barulah saya membuka laptop untuk menonton youtube karena belum ada materi.

Selama di sintesa saya sudah mempunyai pengalaman yang sangat memprihatinkan yaitu saat olahraga bermain bola.

ketika itu saya ingin menendang bola, karena lapangan di jaranan itu tidak rata dan ketika saya ingin menendang bola, kaki yang kiri saya malah menendang tanah dan mengakibatkan saya cedera dan keluar.

dan saat di bawa keasrama kaki saya mengalami bengkak dan mengalami keseleo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *