√ Kisah Wali Songo: Biografi, Sejarah, dan Letak Makam

6 min read

Hallo sahabat calonbos, kali ini calonbos ingin membahas suatu kisah Wali songo, tentang biografi, nama asli, sejarah dan sekaligus letak pemakamannya.

Sahabat calonbos apakah sudah mengetahui tentang kisah Wali songo?

Nah, kalau memang belum tahu mari bersama-sama kita simak tentang kisah Wali songo di artikel bawah ini.

Sejarah Dan Kisah Wali Songo

foto para wali-wali Allah yang menyebarkan agama islam di pulau jawa
wikipedia

Masyarakat di Indonesia khususnya umat muslim mungkin sudah tidak merasa asing lagi dengan sebutan Wali songo.

Wali yang artinya adalah wakil atau pewakil dan menurut ajaran agama Islam memiliki istilah Waliyullah yaitu Wali nya Allah Swt atau sahabat Allah.

Songo artinya sembilan, songo adalah suatu itungan dalam berbahasa Jawa. Jadi secara keseluruhan yang dimaksud Wali songo berarti sembilan para wali Allah.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama Wali songo memiliki perannya masing-masing untuk menyebarkan agama Islam pada abad ke 14 di Pulau Jawa.

Mereka tinggal di pesisir Pantai Utara Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Wali songo berdakwah di Indonesia dengan cara menyeru  atau mengajak seluruh masyarakat untuk masuk ke agama Islam tanpa ada paksaan sama sekali.

Sampai saat ini peran Wali songo sangat dikenang sebagai tokoh yang sangat penting, sehingga banyak para masyarakat yang menziarahinya dan bahkan makam para Wali songo dijadikan juga sebagai wisata religi.

Baca juga : Biografi Habib Al Jufri

 

Penduduk Indonesia adalah Ahlul Madinah

Kalian menerima Islam yang dibawa oleh para Wali songo tanpa

 adanya pertumpahan darah/perang.

Begitu pula penduduk Madinah masuk Islam yang dibawa

Oleh Nabi Muhammad SAW tanpa peperangan.

Nama-Nama Para Kisah Wali songo Dan Biografinya

biografi para walisongo
chroniclid.blogspot

Walisongo telah membawa perubahan yang sangat pesat di kepulauan Jawa. Pada dahulu kala mayoritas agama di Pulau Jawa adalah Hindu dan Budha.

Masing-masing tokoh pun mempunyai peran yang sangat unik dalam mmengajarkan agama Islam.

Inilah nama dan biografi para Walisongo:

1. Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)

sunan maulana malik ibrahin
gana islamika

Maulana Malik Ibrahim adalah salah satu Wali Allah yang merupakan keturunan Rasulullah yang ke-22. Beliau disebut juga sebagai Sunan Gresik, atau Sunan Tandhes.

Beliau dilahirkan di Samarkand Asia Tengah, pada awal abad ke-14.

Sunan Gresik merupakan wali yang pertama kali masuk ke Nusantara terlebih khusus ke Pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam.

Tempat berdakwahnya yang paling pertama yaitu di Desa Sembalo (Gresik).

Beliau mulai mensyiarkan agama Islam di bagian Timur Pulau Jawa dengan mendirikan Masjid lalu Masjid tersebut dijadikan menjadi Masjid Jami’ Gresik.

2. Raden Rahmat (Sunan Ampel)

sunan ampel
thegorbalsla

Raden Rahmat adalah salah satu Wali Allah yang merupakan keturunan Rasulullah yang ke-19.

Menurut suatu riwayat beliau adalah putra dari Ibrahim Zainuddin Al Akbar dan seorang putri Champa Dewi Condro Wulan binti Raja Champa terakhir dari Dinasti Ming.

Raden Rahmat lahir di Champa tahun 1401 Masehi.

Pada tahun 1479 Raden Rahmat mendirikan suatu masjid yang bernama Masjid Agung demak untuk sarana berdakwah.

Lalu kemudian beliau mendirikan suatu pesantren yang bernama Ampel Denta yang saat itu menjadi sentra pendidikan dan sarana pembelajaran agama Islam yang sangat berpengaruh.

Selama berdakwah beliau mempunyai suatu falsafah yaitu:

  • Moh mabok : jangan meminum alcohol.
  • Moh main : jangan berjudi.
  • Moh madon : jajngan berzina.
  • Moh madat : jangan meminum obat-obatan.
  • Moh maling : jangan mencuri.

Baca juga : kisah nabi khidir terlengkap

3. Raden Makhdum (Sunan Bonang)

sunan bonang
sejarah cirebon

Raden Makhdum adalah salah satu Wali Allah yang merupakan keturunan Rasulullah yang ke-23.

Beliau adalah putera dari Sunan Ampen dengan Nyai Ageng Manila, puteri dari Adipati Tuban yang bernama Arya Teja.

Sunan Bonang berdakwah dengan suatu kesenian yang menarik hati para masyarakat Jawa agar mau memeluk agama Islam.

Sunan Bonang dikatakan sebagai penggubah suluk Wijil dan tembang Tombo Ati, yang masih sering dinyanyikan banyak orang.

Gamelan Jawa merupakan salah satu budaya Hindu yang diberi suatu nuansa yang sangat berbeda serta pada pewayangan dimasukkan ke cerita Islami.

4. Raden Qasim (Sunan Drajat)

sunan drajat
mastermubie.com

Sunan Bonang adalah salah satu Wali Allah yang merupakan keturunan Rasulullah SAW yang ke-23.

Nama asli dari Sunan Drajat adalah Masih Munat. Masih Munat nantinya terkenal dengan nama Sunan Drajat.

Diperkirakan lahir pada tahun 1470 dan merupakan salah satu putra dari Sunan Ampel.

Beliau ditugas pertama sama ayahnya untuk memberikan dakwahnya ke pesisir Gresik melalui laut kemudian mendirikan suatu Padepokan santri dalem duwur.

Nama beliau sewaktu masih kecil adalah Raden Qasim. Merupakan putera dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, puteri dari adipati Tuban yang bernama Arya Teja.

Sunan Drajat berdakwah kepada masyarakat dengan menekankan kedermawanan, kerja keras, dan sekaligus peningkatan kemakmuran kemasyarakatan.

5. Ja’far Shodiq (Sunan Kudus)

sunan kudus
An-Najah

Sunan Kudus adalah salah satu dari Wali Allah yang merupakan keturunan Rasulullah yang ke-24.

Sunan Kudus berasal dari kata Al-Quds Palestina adalah putra dari Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji, dengan salah satu Syarifah Ruhil atau Dewi Ruhil yang bergelar Nyai Anom Mansyurah binti Nyai Ageng Melaka binti Sunan Ampel.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat dengan memanfaatkan salah satu symbol Budha-Hindhu, hal itu terlihat pada salah satu arsitektur Masjid Kudus.

Bentuk dari suatu menaranya, gerbang serta pancurannya (padasan) tempat berwudhunya di Masjid Kudus melambangkan delapan jalan Budha.

Beliau mendapatkan gelar sebagai Wali Al Ilmi yang berarti artinya adalah sebagai orang yang berilmu seperti yang dimilikinya yaitu kepandaian dan berilmu luas.

6. Raden Paku (Sunan Giri)

sunan giri
Romadecade.org

Sunan Giri adalah Wali Allah yang merupakan keturunan Rasulullah yang ke-23.

Sunan Giri lahir di Blambangan pada tahun 1442 M.

Beliau adalah salah satu dari murid Sunan Ampel dan sekaligus saudara seperguruan dari Sunan Bonang.

Setelah berguru selama tiga tahun bersama ayahnya, beliau kemudian mendirikan sebuah pesantren di daerah Sidomukti, Kebonmas.

Pesantren Sunan Giri dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di kepulauan Jawa.

Pesantren Giri terus berkembang hingga menjadi suatu kerajaan kecil yaitu (Giri Kedaton) di Gresik.

Peninggalannya salah satu berupa kesenian tradisional berupa permainan anak seperti: cublak suweng, jelungan serta lagu Jawa Asmaradana dan Pucung.

7. Raden Sahid (Sunan Kalijaga)

sunan kalijaga
sejarah cirebon

Sunan Kalijaga merupakan salah satu Wali Allah yang merupakan keturunan Rasulullah ke-23.

Sunan Kalijaga lahir pada tahun 1450 M, di Tuban dan wafat di Demak.

Sunan kalijaga merupakan putera dari Adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau dari Raden Sahur atau Sayyid Ahmad bin Mansur (Syekh Subakir).

Beliau adalah murid dari Sunan Bonang.

Metode yang digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk berdakwah adalah kesenian dan kebudayaan.

Contohnya: seni ukir, gamelan, wayang, dan seni suara untuk menyebarkan agama Islam.

Inilah beberapa lagu yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga yaitu, Lir Ilir dan Gundul Pacul.

Metode itulah yang membuat sangat terkesan dan efektif karena dapat mengambil hati para masyarakat setempat.

“Jika sudah tiba zamannya dimana sungai-sungai hilang kedalamannya (banyak orang berilmu tidak mengamalkan ilmunya), pasar hilang gaungnya (pasar orang beriman adalah masjid, jika masjid-masjid tak ada adzan), wanita-wanita hilang malunya (tidak menutup aurat), maka cepat-cepatlah kalian keluar empat bulan dari desa ke desa (dari kampung ke kampung) dari pintu ke pintu (dari rumah ke rumah untuk berdakwah) janganlah pulang sebelum mendapat hidayah Allah SWT.”

(Sunan Kalijaga)

8. Raden Umar Said (Sunan Muria)

Kata-kata Wali Songo sudah biasa kita dengar dalam kehidupan masyarakat : muslim di Indonesia. Julukan Wali Songo diberikan kepada 9 orang
membaca dan berbagi.blogspot

Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah putera dari Sunan Kalijaga.

Iya adalah putera dari Sunan Kalijaga dari isterinya yang bernama Dewi Sarah binti Maulana Ishaq.

Sunan Muria menikah dengan Dewi Sujinah, putri dari Sunan Ngudung.

Jadi Sunan Muria adalah adik ipar dari Sunan Kudus.

Sunan Muria berdakwah sama seperti metode ayahnya yaitu Sunan Kalijaga.

Beliau menyampaikan kepada para masyarakat melalui pendekatan kebudayaan dan kesenian tradisional Jawa.

Sunan Muria berdakwah menggunakan media tembang Jawa, seperti, Tembang Sinom dan Kinanti.

9. Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)

sunan gunung jati
IDprajuritpena

Sunan Gunung Jati atau nama aslinya adalah Syarif Hidayatullah adalah putera dari Syarif Abdullah Umdatuddin putera Ali Nurul Alam putera dari syekh Husain Jamaluddin Akbar.

Dari pihak ibunya beliau masih keturunan keraton pajajaran melalui Rara Santang, yaitu anak dari Sri Baduga Maharaja.

Sunan Gunung Jati berdakwah di Kota Cirebon sebagai salah satu pusat dakwah dan pemerintahannya, berhasil mengembangkan suatu kekuasaannya serta penyebaran agama Islam di Cirebon.

Dalam berdakwah Sunan Gunung Jati menganut kecenderungannya yaitu Timur Tengah yang sangat lugas serta mendekati masyarakat dengan membangun infrastruktur berupa jalanan.

Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan.

Masjid-Masjid Peninggalan Di Kisah Wali songo

masjid peninggalan wali songo
ibnudin

Tidak hanya berdakwah saja yang diberikan kepada para masyarakat, akan tetapi Walisongo juga meninggalkan suatu sejarah yang sampai hingga detik ini masih sangat dilestarikan oleh para masyarakat setempat.

Diantaranya yaitu:

  1. Masjid Sang ciptarasa: Pendirinya adalah Sunan Gunung jati pada tahun 1478 M di Kabupaten Cirebon.
masjid sang ciptarasa. cirebon
kili kili adventure

 

  1. Masjid Menara Kudus: Pendirinya adalah Sunan Kudus pada tahun 1549 M, dengan corak bangunan Hindu  berbahan batu dari Palestina. Lokasi Masjid Kudus  berada di Kota Kudus.

Baca juga : biografi habib syech

masjid menara kudus
informasi situs budaya indonesia

 

  1. Masjid Sendang Duwur: konon dahulu kala Masjid ini dibawa dari Kota Jepara menuju Bukit Amitunon Lamongan dibawa oleh Raden Noer Rahmad pada tahun 1562 M. Masjid ini terletak di Kota Lamongan.
masjid sendang dawur
informasi situs budaya indonesia
  1. Masjid Agung Demak: Pendirinya adalah Raden Fatah pada abad ke 15 M berlokasi di daerah Demak.
Pesona Keindahan Wisata Religi Masjid Agung Demak Wisata Masjid Agung Demak di Bintoro Demak adalah salah satu tempat wisata yang berada di desa kauman, Pesona Keindahan Wisata Religi Masjid agung demak
bisnisbandung.com

 

  1. Masjid Agung Banten: Pendirinya adalah Sultan Hasanuddin Banten pada tahun 1552-1570 M. dengan ciri khas salah satu kubahnya bertumbuk 5, Masjid tersebut berada di Kota Serang.
masjid agung banten
wikipedia

Karomah Kisah Wali songo

Wali songo sudah dikenal di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di bagian pelosok Pulau Jawa.

Semua para Walisongo semua memang terkenal sangat ampuh dengan kesaktiannya dan karomah kewaliannya dari Allah Swt.

walisongo
thegorbalsla

Inillah beberapa karomah para wali-wali Allah:

  1. Sunan Gresik: Sangat dipercayai ampuh dalam turunnya hujan, doanya sangat makbul dalam menyelesaikan masalah, dapat mengubah beras menjadi pasir dan bisa mengobati berbagai penyakit.
  2. Sunan Ampel: Saat itu pernah wafat sebanyak 9 kali, mampu berjalan di atas air, dan dapat melubangi masjid untuk melihat arah kiblat.
  3. Sunan Bonang: Dapat mengalahkan musuh dengan gending dan tembaganya tanpa menyentuh musuh, dapat mengubah pohon aren menjadi pohon emas, dan dapat mengalahkan Brahmana dari India dengan suatu keajaibannya.
  4. Sunan Drajat: Dapat memancarkan air dari lubang bekas umbi yang menjadi sumur abadi, dapat membuat pohon siwalan menunduk untuk mengambil buahnya, saat perahunya terbalik Sunan Drajat ditolong oleh ikan cucut dan cakalang, dapat menyadarkan seseorang dengan tembang dan gamelan, dan mampu memindahkan masjid dalam waktu semalam.
  5. Sunan Kudus: Mampu menyembuhkan penyakit seseorang dengan ijin Allah SWT.
  6. Sunan Giri: Mampu mengambil buah tanpa memanjat, dapat memasukkan pasir ke kapal dan berubah menjadi barang dagangan dengan ijin Allah SWT, adu kesaktian dengan Begawan Minto dan menyadarinnya.
  7. Sunan Kalijaga: Dapat mengubah gula aren menjadi emas, mempunyai suatu amal-amalan yang mampu membuat dirinya dekat dengan Allah SWT, mampu mengambil tumor dari perut-perut penderita tanpa di operasi.
  8. Sunan Muria: Mampu menyebarkan agama Islam di bagian Jawa Tengah.
  9. Sunan Gunung Jati: Mampu berjalan di atas air, mengundang bala tentara, mampu mengubah pohon menjadi emas.
makam walisongo
romadecade

Walisongo adalah seseorang yang sangat intelektual yang dijadikan masyarakat sebagai teladan bagi dirinya masing-masing.

Pengaruh mereka sangat terasa dalam beragam peradaban baru bagi masyarakat Jawa mulai dari kebudayaan, kesenian, perniagaan, dan bercocok tanam.

Peran Walisongo sangatlah besar dalam mendirikan agama Islam di Pulau Jawa.

Pada era Walisongo dimana yang berdominasi ialah agama Hindu dan Budha kini telah berakhir dan digantikan dengan kebudayaan Islam.

Walisongo merupakan symbol penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dan khususnya di Nusantara.

Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *