√ Rahasia Cara Budidaya Lobster [Agar Cepat Panen]

5 min read

Cara Budidaya Lobster : Lobster atau nama latinnya Crayfish merupakan udang berukuran besar yang secara umum habitat aslinya yaitu di laut. Namun, para nelayan mempunyai inisiatif untuk membudidayakan lobster dengan memakai air tawar, pada mulanya hanya sebagian lobster hias saja.

Akan tetapi, lobster hias ini pun dapat dikonsumsi layaknya lobster yang berada banyak di laut. Alasanya yang sangat mendasari aktifitas tersebut karena hanya menjaga lobster di laut agar tetap lestari.

Selain lobster laut banyak juga lobster yang hidup di air tawar dan sudah tersebar di perairan seperti danau, rawa-rawa yang besar dan juga sungai yang berhubungan langsung dengan laut.

Mereka banyak ditemukan di berbagai perairan sungai yang mempunyai tepian dangkal, dan juga bagian pada dasarnya terdiri lumpur, batuan dan juga pasir.

Keunggulan Lobster Air Laut

cara budidaya lobster air tawar
pixabay.com

Pada umumnya lobster air tawar ini lebih mudah untuk dibudidayakan di bandinkan dengan lobster air laut, selain itu juga pertumbuhan pada air tawar lebih cenderung cepat besar. Cara budidayaan lobster sangat berbeda dengan budidaya udang air tawar.

Untuk saat ini banyak restoran dan rumah makan yang menyajikan hidangan lobster, namun untuk pasokan kebutuhan konsumsi masih sangat sedikit.

Cara budidaya lobster dengan air tawar merupakan peluang yang sangat besar jika anda tekuni dengan baik. Untuk perawatannya, udang lobster membutuhkan perhatian yang tidak biasa, perlu ketelitian dan perawatan yang berskala dalam membudidayakan lobster ini.

Meskipun perawatan cukup rumit, akan tetapi semua itu dapat terbayar dengan nilaiu jual lobster yang sangat signifikan. Harga persatuan/per ekor lobster berkisar Rp, 100,000-200,000.

Sebagai saran sebelum anda menekuni budidaya lobster ini, sebaiknya anda dapat survey terlebih dahulu ke pasar-pasar dan siapakah calon pembeli anda.

Kandungan Gizi Lobster

cara budidaya lobster air laut
pixabay.com

Sangat tinggi, lemak yang terkandung pada lobster air tawar memang sangatlah rendah <2%. Selain itu juga, lobster mempunyai selenium yang merupakan antioksidan, agar menghindari penyakit jantung dan konorer.

Tekstur pada daging lobster memang sangat terbilang halus dan juga mempunyai cita rasa yang menggugah selera ketika sedang dimasak.

Persiapan Habitat Lobster

Lobster pada air tawar sangat baik jika anda pelihara, di kolam terpal yang lebar dan juga bersih. Kandungan  pada oksigen harus disesuaikan dengan habitat hidup lobster agar pertumbuhan pada lobster dapat maksimal mungkin.

Kandungan oksigen terlarut dalam air yang baik yaitu diatas 4 ppm. Suhu yang akan diperlukan untuk budidaya lobster sekitar 25-290 C, jadi anda dapat membangun kolam yang sejuk seperti dibawah pepohonan.

Lobster sangat jarang ditemui hidup diperairan dengan pH dibawah 8. Tingkat pada keasaman air yang sangat pas untuk budidaya lobster yang pH nya berkisaran 7-8.

Tingkat pada keasaman air dapat anda ukur dengan memakai alat pengukur pH air dan untuk meningkatkan keasaman pada air dapat ditambahkan dengan air alkali.

Selanjutnya kandungan pada kapur yang diperlukan bagi media hidup lobster yaitu sedang sampai tinggi. kondisi ini perlu dikondisikan untuk menjaga kadar pada kalsium tetap tinggi sehingga mendukung pembentukan cangkang dari lobster yang anda sedang budidayakan.

Pembibitan Benih Lobster

Dalam cara budidaya lobster, ada dua proses yang akan anda lalui, yaitu pembenihan lobster dari indukan dan juga proses pembesaran benih. Benih lobster sebenarnya dapat anda beli di toko ikan namun baiknya anda produksi sendiri untuk menimalisir pengeluarannya.

Cukup dengan mendapatkan indukan yang sangat berkualitas lalu kemudian lobster dapat anda kawinkan untuk mendapatkan benih anakan lobster yang sudah siap untuk dapat dibudidayakan.

Cara Memilih Indukan yang Bagus

cara budidaya lobster air tawar di kolam terpal
pixabay.com

Pertama kali anda harus mengetahui perbedaan antara lobster jantan dan juga lobster betina, jika anda terjadi kesalahan dalam pemilihan induk maka ketika sedang di dalam 1 kolam dia akan berkelahi.

Ciri yang tampak pada lobster jantan yaitu dapat terlihat pada capitannya terdapat warna bercak merah disebelah luar, tanda pada warna merah tersebut akan muncul ketika lobster sudah berumur 4 bulan dengan ukuran yang sangat normal yaitu 3 inci.

Lobster jantan yang sudah mempunyai tanda bercak merah berarti sudah siap untuk dikawinkan dengan lobster yang betina.

Kemudian ciri dari lobster betina yaitu terdapat lubang pada pangkal kaki yang ketiga berada di bawah ekor. Lubang tersebut adalah alat tempat reproduksi lobster berjenis betina dan juga tempat pengeluaran telurnya.

Indukan yang sangat bagus untuk dijadikan indukan yaitu lobster yang sudah berumur 5-7 bulan dengan ukuran minimal 5 inci, tipnya yaitu memilih indukan yang pertumbuhannya sangat cepat dari lobster yang lainnya.

Untuk anda yang ingin mendapatkan indukan yang sangat berkualitas, anda dapat membeli indukan ditempat penjual indukan lobster air tawar yang telah mendapatkan sertifikat.

Anak lobster akan bertumbuh besar sama seperti indukan saat dikawinkan, maka dari itu anda dapat memilih indukan yang paling terbaik, paling sehat, dan juga paling besar.

Satu lagi, lobster juga ada yang mempunyai hermafrodit, maksudnya yaitu lobster mempunyai alat reproduksi ganda.

Lobster yang berjenis ini tidak akan bisa bertelur, biasanya lobster yang jenis ini didapatkan dari indukan yang juga terlahir dari indukan yang sama. Lobster yang diperanakkan dari indukan yang sedarah ini akan berpotensi melahirkan bibit lobster yang hermafrodit.

Maka dari itu anda harus benar-benar untuk memperhatikan betul untuk pemilhan indukan lobster yang berkualitasa.

Cara Mengawinkan Lobster

cara budidaya lobster mutiara
pixabay.com

Gabungkan antara indukan jantan dengan indukan betina jadikanlah satu kolam akuarium yang berukuran 1×0,5 meter tinggi 25 cm. Proses pengawinan lobster sama seperti proses pengawinan budidaya kepiting.

Lobster jenis betina ini mempunyai kebiasaan yang mencari kecocokan, jika betina tidak merasa cocok untuk dikawinkan dengan indukan jantan yang sudah siap untuk dikawinkan.

Pada prinsipnya satu lobster jenis jantan itu mampu membuahi 25-30 ekor lobster betina, karena dalam masa perkawinan lobster jenis betina tersebut sangat dominan dalam pemilihan pasangan yang sangat cocok.

Jadi pada satu kolam untuk indukan lobster maka anda dapat menaruhkan 5 ekor lobster jenis betina dan juga 3 ekor jenis jantan, jika ada hanya satu ekor lobster jantan yang hanya tersedia di dalam akuarium.

Kemungkinan ke 5 lobster tersebut yang jenis betina dan saat dikawinkan dan ketika sudah bertelur semua akan menjadi lebih kecil.

Di dalam media kolam anda dapat menyiapkan beberapa pipa paralon untuk digunakan sebagai pembuahan telur yang akan dikelarkan oleh lobster betina dan akan dibuahi oleh loster jantan.

Kira-kira lobster akan sudah dapat bertelur setelah dua minggu dan indukan akan dipertemukan. Dalam satu indukan lobster dengan ukuran 3-4 inci dapat menghasilkan 200-250 butir telur.

Pemindahan Indukan dan Penetasan Telur

cara budidaya lobster kolam terpal
pixabay.com

Setelah telur sudah muncul dan menempel pada bagian tubuh bawah lobster betina, maka anda dapat membiarkan dulu selama satu minggu di dalam kolam perkawinan.

Biarkan indukan betina mengerami telurnya tersebut terlebih dahulu ketika indukan betina dalam masa mengerami telurnya, anda harus memisahkan indukan jantan dari indukan betina tersebut.

Apabila sudah satu minggu maka lobster betina dapat anda pindahkan ke kolam penetasan dengan ukuran 1×2 meter.

Catatan : Sebelum anda memindahkan lobster indukan, anda harus pindahkan dulu lobster ke dalam baskom yang berisi air yang sesuai dengan pH air baskom  dengan pH air kolam.

Lalu air kolam penetasan juga harus anda sesuaikan dengan pH kolam perkawinan agar lobster tersebut tidak merasa stress.

Ciri-Ciri Pematangan Telur

  • Pada saat minggu ke-dua bentuk pada telur masih membulat, indukan pada betina masih berada di kolam perkawinan
  • Lalu ketika sudah minggu ke-tiga mulailah terlihat dua bintik hitam pada telur yang merupakan embrio
  • Minggu ke-empat, capitan, sungut dan juga kaki lobster tersebut akan mulai tumbuh
  • Ketika sudah minggu ke-lima hampir seluruh kuning telur/burayak sudah habis, maka indukan sudah siap untuk dipisahkan dengan benih lobster.

Pemberian Pakan Benih Lobster

Pemberian pakanan pada benih ini termasuk masa perawatan benih lobster sampai siap untuk dipindahkan ke kolam yang utama. Pada proses pmberian pakanan ini agak ada perbedaan sedikit dengan budidaya kutu air dan budidaya kepiting.

Pakanan yang sangat tepat untuk diberikan ke benih lobster tersebut yaitu cacing sutra. Cacing sutra ini akan dapat memacu pertumbuhan benih lobster agar lebih cepat.

Porsi pada makanan untuk benih lobster tersebut yaitu 3% dari ukuran tubuhnya, anda dapat menyesuaikan pemberian pada pakannya dari jumlah bibit yang sudah ada.

Pemberian pada pakanan dilakukan pada waktu pagi hari sekitar 25% dari kebutuhann porsi, lalu kemudian anda dapat memberikan juga pakan pada saat sore hari.

Pada saat pemberian pakan sore dapat anda lebihkan sekitar 2x lipat dari waktu pagi (75%), karena benih sangat evektif makan pada waktu malam hari.

Panen Lobster

cara budidaya lobster hias di akuarium
pixabay.com

Benih lobster sudah siap dipanen ketika sudah berumur 20 hari di dalam kolam pemeliharaan. Ketika ukuran benih sudah mencapai 1-2 cm, maka wadah yang nantinya akan digunakan berupa ember plastik berukuran 20×10 cm. Jelas berbeda dengan pemanenan budidaya rumput laut.

Waktu yang sangat baik untuk masa pemanenan tersebut saat jam 9 pagi dan berada dilingkungan yang sangat terbuka.

Kualitas dan parameter air yang digunakan harus sama dengan air dalam kolam pemeliharaan agar benih tidak mengalami kestresan.

Sebaiknya air yang nantinya akan sigunakan berupa air yang masih baru, bukan dari kolam pemeliharaan karena biasanya sudah kotor.

Perlu anda ketahui, tingkat sensitifitas benih yang berukuran 20 hari terhadap perubahan lingkungan yang sangat drastis lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran lebih besar.

Cukup sudah artikel membahas tentang cara budidaya lobster semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang ingin budidaya lobster.

Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *