√ Tips dan Rahasia Budidaya Kutu Air [yang Sangat Mudah]

5 min read

budidaya kutu air dengan dedak

Budidaya Kutu Air merupakan salah satu jenis pakan yang sangat alami yang banyak dibudidadakan untuk saat ini. Kutu air dikenal karena mempunyai beberapa kandungan nutrisi yang sangat baik bagi pertumbuhan ikan.

Biasanya, kutu air dapat dimanfaatkan untuk sebagai pakan ikan hias, seperti ikan cupang, dan juga ikan discus.

Seiring berkermbang zaman, kutu air kini banyak sekali dimanfaatkan sebagai pakan ikan konsumsi seperti ikan mujair, emas, dan juga nila.

Karena mempunyai banyak kandungan nutrisi, yaitu protein 65% dan juga lemak sebanyak 6%, kini membuat kutu air berpotensi menjadi makanan pokok yang bernutrisi bagi ikan konsumsi yang dapat dipercaya untuk meningkatkan bobot ikan.

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Daun Ketapang

budidaya kutu air dengan green water
pixabay.com

Hal yang paling utama dalam budidaya ikan hias, terlebih ikan bukanlah seberapa berhasilnya kita untuk memijahklan atau mengawinkan ikan dan bukan juga seberapa banyak burayak yang dapat anda hasilkan.

Akan tetapi ketersedian pakan yang melimpah itu merupakan kunci kesuksesan dalam membudidaya.

Banyak para pemula yang sudah mencoba budidayakan ikan hias tapi hanya mencapai tahap mengawinkan saja, setelah burayak sudah pada mati, karena sudah kehabisan makanan yang dapat diberikan.

Anda berfikir, burayak pada ikan dapat besar hanya diberi makanan buatan, contohnya pelet yang sudah dihaluskan atau dengan memakai kuning telur.

Padahal teknik pemberian makanan burayak dengan kedua makanan tersebut hanya sebagai pengganti sementara, lalu setelah itu diganti dengan pakan yang alami.

Untuk cara budidaya kutu air dengan memakai daun ketapang ini juga tidak memerlukan starter sama seperti dengan sayur kol, hanya saja, anda dapat melakukannya dengan sangat mudah sekali.

Caranya cukup mudah, anda hanya perlu merendam beberapa daun ketapang pada kolam atau wadah menggunakan air aquarium yang telah diganti.

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Susu

budidaya kutu air daphnia dan moina
pixabay.com

Saat ini, kutu air sangat banyak sekali dijual di toko-toko perikanan. Untuk menghemat biaya pembelian kutu air, sebaiknya anda belajar bagaimana cara untuk membudidayakan kutu air dengan memakai susu.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam melakukan budidaya kutu air, yaitu sebagai berikut :

Menentukan Jenis Kutu Air

Sebelum anda melakukan proses budidaya, sebaiknya ada terlebih dahulu menentukan jenis kutu air sama seperti anda menentukan cara budidaya rumput laut yang nantinya akan anda budidayakan.

Terdapat ada 2 jenis kutu air yang sangat baik kualitasnya untuk anda budidayakan, yaitu Daphnia dan moina.

Persiapan Tempat Budidaya

  • Siapkan wadah yang masih baru atau sudah bekas, berupa ember, baskom, bak, ataupun kolam.
  • Isilah wadah tersebut dengan air jangan terlalu penuh sisakan ¾ dari bagian bawah kolam.
  • Hindari lokasi dari air hujan, karena akan meningkatkan permukaan air pada wadah dan akan menyebabkan hanyutnya kutu air di kolam budidaya.
  • Setelah wadah sudah anda siapkan, maka anda sudah dapat memasukkan benih kutu air ke dalamnya.

Penambahan Susu

Penambahan susu pada media bertujuan untuk mempercepat pembesaran kutu air sehingga pemanenan akan menjadi lebih cepat. Susu yang nantinya akan digunakan berupa susu bubuk dari beragam merk.

Caranya : anda dapat melarutkan susu pada air dengan dosis 10 sendok makan susu per 1 liter air hangat, lalu kemudia anda dapat mengaduknya sampai merata.

Selanjutnya anda dapat memasukkan susu yang sudah dilarutkan ke dalam kolam budidaya kutu air. Anda tidak perlu mengaduknya, anda hanya cukup membiarkannya saja, lama kelamaan susu tersebut akan larut sampai merata dengan sendirinya.

Anda jangan sampai berlebihan dalam memberikan susu, karena jika hal itu terjadi maka akan berakibat fatal dan akan membuat kutu air mati semua.

Pemanenan Kutu Air

Setelah sudah satu bulan, anda akan melihat bagaimana perubahan berupa tambahan populasi kutu air yang sudah ada pada wadah.

Untuk anda yang ingin mengatasi populasi kutu air yang berlebihan, sebaiknya anda dapat memindahkan sebagian kutu air dengan wadah yang masih baru atau sudah siap untuk dijual dan dapat digunakan sebagai makan ikan.

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Kotoran Ayam

budidaya kutu air dengan daun ketapang
pixabay.com

Untuk kolam budidaya kutu air yang perlu anda siapkan yaitu jenis kolam semen atau dengan kolam terpal. Jika tidak mempunyai lahan yang luar, anda dapat menggunakan wadah fiber, botol bekas, ember besar dan juga memakai baskom.

Jika kolam sudah siap, anda dapat mengeringkan terlebih dahulu kolam selama 2-3 hari agar bakteri tersebut mati terpapar terkena sinar matahari.

Setelah itu, anda dapat melakukan pengapuran terlebih dahulu agar pH kolam menjadi netral dengan dosis 1-2 kg permeter persegi kolam.

Setelah sudah pengapuran maka lakukanlah pemupukan dasar yaitu dengan diberikan kotoran ayam untuk menumbuhkan pakan bagi kutu air tersebut.

Kotoran ayam tersebut diberikan sebanyak 2 kg permeter perseginya dan anda dapat membiarkannya selama 5 hari.

Jikas sudah anda isi dengan air bersih sedalam 30 cm. lalu kemudian, dimakan kembali selama 2-4 hari sampai air dalam kolam berubah menjadi cokelat kehijauan.

Jika warna pada bagian kolam tersebut sudah berubah seperti plankton dan tumbuhan remik sudah mulai berkembang dalam kolam. Setelah itu, anda dapat menambahkan setinggi 50-60 cm.

Pastikan air dalam kolam selalu dalam keadaan suhu 24-300 C dengan tingkat pH sekitar 6,7-7,5.

Proses Budidaya Kutu Air dengan Media Kotoran Ayam

Setelah kolam merasa sudah siap, maka anda dapat memasukan bibit kutu air, mencari bibit kutu air ini cukup sulit berbeda dengan pencarian bibit budidaya udang.

Biarkan bibit kutu air selama satu minggu. Jika air kolam sudah berubah menjadi warna kemerahan pada bagian permukaan maka berarti kutu air sudah berkembang.

Proses perkembangan kutu air hingga puncaknya terjadi sesudah seminggu bahkan dua minggu setelah itu kutu air sudah dapat anda panen.

Pemanenan kutu air dapat anda laklukan dengan menggunakan jarring yang masih halus yaitu plankton net. Sebelum anda jual atau anda berikan ke ikan, anda jangan lupa untuk mencuci kutu air tersebut terlebih dahulu.

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Kol

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Kol
pixabay.com

Untuk melakukan budidaya kutu air khususnya kutu air yang berjenis Daphnia sp, anda dapat menggunakan berbagai cara untuk membudidayakannya.

Mulai dari cara media kotoran ayam, ampas kelapa, susu bubuk, ampas kedelai, sayuran layu, dan lain-lain.

Sayuran layu merupakan salah satu bahan yang cukup cepat untuk mendapatkan kutu air. Telebih anda tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkannya.

Anda hanya perlu ke pasar untuk mencari sayuran yang sudah jatuh dan tentunya yang sudah tidak dipakai, layu, atau sudah mulai membusuk yang sudah dibuang oleh para pedagang.

Berdasarkan pengalaman, kol merupakan salah satu media yang sangat evektif untuk melakukan budidaya kutu air.  Selain bahannya yang cukup murah, caranya pun sangatlah mudah.

Karena hanya dengan memasukkan kol ke dalam wadah budidaya maka anda sudah dapat mendatangkan kutu air yang artinya anda tidak perlu susah-susah untuk mencari atau membeli bibitnya.

Disini calonbos.com akan memberitahu bagaimana langkah mudah untuk budidaya kutu air dengan menggunakan kol, yaitu sebagai berikut :

Siapkan Kol

Untuk anda yang menginginkan budidaya kutu air dengan menggunakan kol, maka gunakan saja kol yang sudah hampir membusuk yang dengan mudah anda dapatkannya di pasar-pasar.

Dengan kol yang sudah membusuk, anda akan lebih mmudah untuk mendatangkan kutu air dibandingkan dengan menggunakan kol yang masih segar.

Siapkan Wadah

budidaya kutu air di kolam terpal
pixabay.com

Wadah yang nantinya akan digunakan untuk membudidaya kutu air dapat anda sesuaikan dengan skala atau banyaknya budidaya yang akan anda lakukan.

Apakah hanya sekedar untuk menyediakan makanan ikan kita sendiri atau untuk merencanakan untuk dijual. Sebagai wadah budidaya, dapat anda gunakan dengan drum, baskom, ember, atau dengan kolam terpal.

Syarat yang sangat wajib untuk dipenuhi yaitu wadah yang mempunyai lebar dan panjang. Bukan wadah yang mempunyai ketinggian.

Mengisi Air

Masukkan air yang sudah anda endapkan selama 24 jam, pengisian air tidak dapat anda lakukan dengan sembarangan. Lakukanlah pengisian air dengan secukupnya.

Jangan terlalu tinggi dan juga jangan terlalu penuh, karena akan tidak bagus untuk cara budidaya kutu air.

Masukkan Kol

Sebagai langkah yang pertama, kol yang sudah anda dapatkan dicuci terlebih dahulu sampai bersih dari kotoran yang menempel.

Masukkan kol yang sudah dicuci ke dalam wadah.

Proses Budidaya Kutu Air

budidaya kutu air tanpa starter
pixabay.com

Diamkan kol yang sudah dimasukkan ke dalam wadah tersebut selama satu minggu. Dalam masa itu, kol akan mengalami pembusukkan dan air di dalam wadah akan mengalami perubahan karena kotoran dari kol tersebut.

Namun, jika anda biarkan, maka lama kelamaan akan menjadi jernih kembali airnya, dan disinilah anda akan melihat ribuan kutu air yang sedang berenang.

Perlu anda pastikan, intensitas sinar matahari yang didapatkannya. Wadah pada budidaya kutu air harus terhindar dari sinar matahari secara langsung.

Karena akan mengkacaukan proses perkembangan dan pertumbuhan pada bibit kutu air tersebut.

Tutup wadah budidaya yang mungkin akan terjadi jika wadah dibiarkan terbuka akan menjadi sarang nyamuk dan akan banyak sekali larva nyamuk.

Meskipun disisi lain yang akan menguntungkan bahwa selain kutu air dan berisi larva nyamuk, merupakan tambahan makanan juga untuk burayak.

Pemanenan Kutu Air

Pemanenan kutu air dapat anda lakukan disetiap harinya dengan menggunakan saringan alus. Sebaiknya pengkulturan kutu air anda lakukan secara kontinyu agar burayak selalu kenyang dan cepat besar. Pemanenan ini juga sangat berbeda dengan pemanenan budidaya lobster di Indonesia.

Jika budidaya kutu air anda lakukan sebagai pendukung pemijahan ikan, maka sebaiknya ikan tersebut sudah menetas dari telurnya tersebut, pakan yang sangat alami sudah tersedia.

Demikian artikel pembahasan tentang budidaya kutu air, semoga bermanfaat dan jangan lupa mengikuti postingan calonbos.com yang berikutnya.

Terimakasih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *